Iklan1, Sitti
Rabu, 05 Oktober 2011
Posts by : Admin
Cincau
Secara tradisional, cincau dipercaya sebagai penurun panas badan, obat demam, obat panas dalam, obat sakit perut (mual), obat diare, pencegah gangguan pencernaan. Penelitian ilmiah pun menambah daftar panjang khasiatnya. Salah satunya sebagai antikanker.
Siapa yang tak kenal cincau? Di siang yang terik atau saat buka puasa, sajian yang satu ini jadi pilihan yang menyegarkan. Kata cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.
Di Indonesia, ada dua jenis cincau. Yang pertama adala cincau hitam yang lazim dijual sebagaimana di Cina, Korea, pun negara-negara Asia Tenggara lainnya. Yang kedua adalah cincau hijau yang banyak diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Di Bandung cincau hijau disebut juga camcau. Kini penjualan es camcau Bandung sudah menyebar ke mana-mana terlebih di Jawa.
Di negara-negara maju, seperti di Jepang atau Korea, cincau yang satu ini sudah diproduksi menjadi ekstrak bubuk siap pakai untuk membuat jeli cincau sendiri di rumah. Namun ada pula yang dikemas kalengan yang siap ditambahkan dalam minuman atau dessert segar.
Lebih beruntung kita di Indonesia karena dengan mudah mendapatkan cincau segar di pasaran. Cincau memang tak berumur panjang, dalam 2-3 hari ia bisa mencair terlebih cincau hijau. Tapi, dalam teknologi pangan, usaha untuk membuat bubuk cincau kini banyak juga dilakukan oleh cendekiawan kita. Suatu saat, usaha ini tentu akan diterima masyarakat kita.
Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh (diuretik). Cincau hitam dan cincau hijau, keduanya berbeda dalam hal warna, cita-rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Tapi, kedua cincau tersebut rasanya enak, kenyal, dan hampir menyerupai agar-agar.
TradisionalBahan baku utama cincau hitam adalah tanaman yang di Jawa dikenal dengan nama janggelan (Mesona palustris BL). Di Cina, bahan baku cincau hitam adalah ekstrak daun Mesona procumbens H. yang telah dikeringkan, bentuknya mirip janggelan. Tanaman janggelan merupakan tanaman perdu, tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter dari permukaan laut.
Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Tanaman cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.
Untuk membentuk gel (cincau yang sudah jadi), ekstrak janggelan harus ditambahkan pati (tepung), kemudian dipanaskan sambil diaduk dengan cepat hingga mendidih dan membentuk adonan yang jernih. Adonan tersebut selanjutnya dituang ke dalam cetakan, kemudian didinginkan pada suhu kamar sampai terbentuk gel. Cincau yang ditambahkan dengan pati gandum dapat menghasilkan gel yang lebih baik dibandingkan dengan pati jagung ataupun tapioka.
Proses ekstraksi janggelan dilakukan dengan perebusan. Pada tahap ini beberapa jenis mineral sering kali ditambahkan untuk meningkatkan rendemen ekstrak dan kekuatan gel. Di Indonesia, mineral yang sering digunakan oleh para pengrajin adalah abu qi, sedangkan di Cina mineral yang biasa ditambahkan pada saat ekstraksi adalah natrium, dalam bentuk natrium bikarbonat atau natrium karbonat.
Abu qi adalah bentukan modern dari air qi. Secara tradisional air qi atau londo merang (bahasa Jawa) dibuat dari abu tangkai padi yang sudah direndam sebelumnya dalam air kemudian disaring. Komponen utama abu qi adalah Na, K, dan Ca. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa yang banyak dijual sebagai abu qi banyak mengandung borax.
Pada beberapa penelitian disebutkan juga ahwa gel cincau hitam yang berkualitas baik dapat dibuat tanpa penambahan abu qi pada saat ekstraksi. Namun sebagai konsekuensinya, waktu yang diperlukan untuk ekstraksi menjadi lebih lama.Dalam ajaran nenek moyang, sebenarnya membuat cincau sangatlah mudah dengan hanya meremas-remas daun cincau itu. Hal itu masih dilakukan saat membuat cincau hijau, orang Bandung biasa menyebutnya camcau. Cincau hijau dibuat dari daun cincau yang bernama latin Cyclea barbata L Miers.
Tanaman asli Asia Tenggara ini termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (manispermaceae), biasa disebut orang Sunda, tarawulu, trewulu, camcauh. Tanaman ini baik di Sunda atau Jawa, dulu kerap menjadi tanaman pagar. Di Jawa Barat masih dapat kita jumpai tanaman ini, dan tak jarang orang langsung mengonsumsinya untuk membuat camcau.
Cara membuatnya sangat mudah seperti yang biasa dilakukan nenek moyang kita. Yakni cuci daun cincau yang dipetik dari tangkai, direndam dalam air, diremas-remas, kemudian didiamkan selama 24 jam (sampai terbentuk agar-agar). Tujuan mendiamkan semalam adalah untuk memberi kesempatan pada hidrat arang mengikat air sebanyak-banyaknya.
Matikan KankerDalam sebuah blog milik Budi Sutomo, ahli gizi dan kuliner, cincau disebutkan sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahan ini sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori, namun tinggi serat. Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam, dan diare. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker.
Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, antiradang, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Tak salah memang, terbukti lewat penelitiannya, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB membenarkan bahwa cincau mengandung antioksidan dan mampu mematikan sel kanker. Hasil penelitian membeberkan, pemberian ekstrak daun cincau, khususnya cincau hijau pada tikus percobaan terbukti dapat membunuh sel tumor secara mengagumkan.
Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker. Selain itu, ternyata cincau hijau juga mampu menyingkirkan senyawa-senyawa berbahaya pemicu kanker.
Kini, manfaat cincau terhadap kanker sedang menjadi perhatian para peneliti. Cincau hijau dipastikan mengandung klorofil, zat yang memberi warna hijau pada daun. Banyak literatur menyebutkan klorofil sebagai zat antioksidan, antiperadangan, dan antikanker. Masih banyak penelitian dilakukan atas khasiat cincau ini, baik cincau hitam maupun hijau. Tak ada salahnya, sembari menunggu hasil yang lebih meyakinkan, kita mengonsumsi cincau yang cukup murah ini.
Senin, 03 Oktober 2011
Posts by : Admin
Salak
SALAK JUGA BERMANFAAT (TANAMAN OBAT)
Selama ini kita hanya menganggap bahwa peralatan medis berikut obat-obatan yang terdapat di Rumah Sakit dan apotik adalah obat yang sangat manjur dan berkualitas tinggi. Namun pada kenyataanya terdapat efek samping yang dapat membahayakan keselamatan bagi pengkonsumsi dan dapat merenggut nyawa seseorang. Terlenanya kita dengan segala sesuatu yang serba canggih dan instan membuat kita lupa bahwa sebuah tradisi lama atau tradisional yang mulai tertutup oleh perubahan zaman masih dapat kita gunakan sebagai media penyembuhan yang cukup aman dan tidak memiliki efek samping seperti halnya obat-obatan yang beredar di Apotik dan Rumah Sakit. Dari itu cobalah kita gali berbagai pengobatan yang tidak perlu menguras dompet terlalu banyak dengan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita seperti halnya buah salak.
A.Getah Salak
Getah salak yang berwarna bening ternyata dapat dijadikan sebagai penghilang noda-noda hitam seperti flek-flek hitam tanda penuaan, noda bekas jerawat dan jerawatnya. Caranya sangat mudah, kita cukup menyediakan peralatan dan bahan sebagai berikut:
Alat
a.Pisau
Bahan
a.Tumbuhan salak untuk diambil batangnya
Langkah-langkah
a.Pisau dicuci bersih atau disterilkan terlebih dahulu.
b.Potonglah batang yang cukup tua dari semua batang yang tumbuh di tumbuhan salak tersebut (hati-hati dengan durinya).
c.Bersihkanlah durinya dan bersihkan ujung batang bekas potongan tadi, karena dari situlah akan muncul getah salak yang kita cari.
d.Biarkan batang tumbuhan salak tersebut hingga mengeluarkan cairan bening yang disebut getah salak.
e.Cucilah muka hingga bersih dan keringkan.
f.Setelah getah tumbuhan salak keluar.
g.Oleskan cairan tadi pada muka kita, tapi hanya bagian yang ada flek hitam dan jerawat saja.
h.Biarkan selama 1,5 – 2 jam.
a.Apabila terasa sedikit perih atau panas ketika di gunakkan jangan kuatir karena hal itu adalah bukti bahwa cairan tadi sedang bereaksi.
b.Setelah 1,5 – 2 jam kita harus mencuci muka kita dan di pijit-pijit secara perlahan agar tidak menimbulkan lecet-lecet pada muka.
c.Lakukan hal itu secara berulang selama sehari sekali hingga flek atau jerawat hilang.
Sangat mudah bukan? Bahkan kita tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Hanya berkorban sedikit dan harus penuh ketelitian agar kita tidak tertusuk duri. Hasil riset membuktikan bahwa tidak ada efek samping namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi efek samping bila kulit anda memiliki alergi.
A.Buah Salak
Buah salak juga memiliki keunggulan lain. Sesuai pengamatan ternyata salak juga dapat dijadikan obat diabetes. Kita bisa mengolahnya dengan cara sebagai berikut:
Alat :
a.Pisau
b.Bejana ukuran sedang
c.Kompor
d.Panci ukuran sedang
Bahan:
a.1 kg buah salak
b.Air
Langkah-langkah:
a.Nyalakan kompor dan masukkan air pada panci sekitar 2,5 liter kemudian panaskan.
b.Kupas buah salak tapi kulit arinya harus tetap utuh.
c.Pisahkan antara daging dan biji, buang bijinya.
d.Bersihkan daging buah salak tadi hingga bersih dan masukkan pada air yang sedang mendidih.
e.Biarkan sampai airnya surut menjadi 1 gelas, biarkan hingga dingin.
f.Minumlah secara rutin air tersebut (2 x 1).
g.Insyallah penyakit diabetes anda lambat laun akan sembuh.
Langganan:
Postingan (Atom)


