Iklan1, Sitti
Rabu, 05 Oktober 2011
Posts by : Admin
Cincau
Secara tradisional, cincau dipercaya sebagai penurun panas badan, obat demam, obat panas dalam, obat sakit perut (mual), obat diare, pencegah gangguan pencernaan. Penelitian ilmiah pun menambah daftar panjang khasiatnya. Salah satunya sebagai antikanker.
Siapa yang tak kenal cincau? Di siang yang terik atau saat buka puasa, sajian yang satu ini jadi pilihan yang menyegarkan. Kata cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.
Di Indonesia, ada dua jenis cincau. Yang pertama adala cincau hitam yang lazim dijual sebagaimana di Cina, Korea, pun negara-negara Asia Tenggara lainnya. Yang kedua adalah cincau hijau yang banyak diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Di Bandung cincau hijau disebut juga camcau. Kini penjualan es camcau Bandung sudah menyebar ke mana-mana terlebih di Jawa.
Di negara-negara maju, seperti di Jepang atau Korea, cincau yang satu ini sudah diproduksi menjadi ekstrak bubuk siap pakai untuk membuat jeli cincau sendiri di rumah. Namun ada pula yang dikemas kalengan yang siap ditambahkan dalam minuman atau dessert segar.
Lebih beruntung kita di Indonesia karena dengan mudah mendapatkan cincau segar di pasaran. Cincau memang tak berumur panjang, dalam 2-3 hari ia bisa mencair terlebih cincau hijau. Tapi, dalam teknologi pangan, usaha untuk membuat bubuk cincau kini banyak juga dilakukan oleh cendekiawan kita. Suatu saat, usaha ini tentu akan diterima masyarakat kita.
Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh (diuretik). Cincau hitam dan cincau hijau, keduanya berbeda dalam hal warna, cita-rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Tapi, kedua cincau tersebut rasanya enak, kenyal, dan hampir menyerupai agar-agar.
TradisionalBahan baku utama cincau hitam adalah tanaman yang di Jawa dikenal dengan nama janggelan (Mesona palustris BL). Di Cina, bahan baku cincau hitam adalah ekstrak daun Mesona procumbens H. yang telah dikeringkan, bentuknya mirip janggelan. Tanaman janggelan merupakan tanaman perdu, tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter dari permukaan laut.
Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Tanaman cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.
Untuk membentuk gel (cincau yang sudah jadi), ekstrak janggelan harus ditambahkan pati (tepung), kemudian dipanaskan sambil diaduk dengan cepat hingga mendidih dan membentuk adonan yang jernih. Adonan tersebut selanjutnya dituang ke dalam cetakan, kemudian didinginkan pada suhu kamar sampai terbentuk gel. Cincau yang ditambahkan dengan pati gandum dapat menghasilkan gel yang lebih baik dibandingkan dengan pati jagung ataupun tapioka.
Proses ekstraksi janggelan dilakukan dengan perebusan. Pada tahap ini beberapa jenis mineral sering kali ditambahkan untuk meningkatkan rendemen ekstrak dan kekuatan gel. Di Indonesia, mineral yang sering digunakan oleh para pengrajin adalah abu qi, sedangkan di Cina mineral yang biasa ditambahkan pada saat ekstraksi adalah natrium, dalam bentuk natrium bikarbonat atau natrium karbonat.
Abu qi adalah bentukan modern dari air qi. Secara tradisional air qi atau londo merang (bahasa Jawa) dibuat dari abu tangkai padi yang sudah direndam sebelumnya dalam air kemudian disaring. Komponen utama abu qi adalah Na, K, dan Ca. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa yang banyak dijual sebagai abu qi banyak mengandung borax.
Pada beberapa penelitian disebutkan juga ahwa gel cincau hitam yang berkualitas baik dapat dibuat tanpa penambahan abu qi pada saat ekstraksi. Namun sebagai konsekuensinya, waktu yang diperlukan untuk ekstraksi menjadi lebih lama.Dalam ajaran nenek moyang, sebenarnya membuat cincau sangatlah mudah dengan hanya meremas-remas daun cincau itu. Hal itu masih dilakukan saat membuat cincau hijau, orang Bandung biasa menyebutnya camcau. Cincau hijau dibuat dari daun cincau yang bernama latin Cyclea barbata L Miers.
Tanaman asli Asia Tenggara ini termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (manispermaceae), biasa disebut orang Sunda, tarawulu, trewulu, camcauh. Tanaman ini baik di Sunda atau Jawa, dulu kerap menjadi tanaman pagar. Di Jawa Barat masih dapat kita jumpai tanaman ini, dan tak jarang orang langsung mengonsumsinya untuk membuat camcau.
Cara membuatnya sangat mudah seperti yang biasa dilakukan nenek moyang kita. Yakni cuci daun cincau yang dipetik dari tangkai, direndam dalam air, diremas-remas, kemudian didiamkan selama 24 jam (sampai terbentuk agar-agar). Tujuan mendiamkan semalam adalah untuk memberi kesempatan pada hidrat arang mengikat air sebanyak-banyaknya.
Matikan KankerDalam sebuah blog milik Budi Sutomo, ahli gizi dan kuliner, cincau disebutkan sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahan ini sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori, namun tinggi serat. Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam, dan diare. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker.
Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, antiradang, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Tak salah memang, terbukti lewat penelitiannya, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB membenarkan bahwa cincau mengandung antioksidan dan mampu mematikan sel kanker. Hasil penelitian membeberkan, pemberian ekstrak daun cincau, khususnya cincau hijau pada tikus percobaan terbukti dapat membunuh sel tumor secara mengagumkan.
Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker. Selain itu, ternyata cincau hijau juga mampu menyingkirkan senyawa-senyawa berbahaya pemicu kanker.
Kini, manfaat cincau terhadap kanker sedang menjadi perhatian para peneliti. Cincau hijau dipastikan mengandung klorofil, zat yang memberi warna hijau pada daun. Banyak literatur menyebutkan klorofil sebagai zat antioksidan, antiperadangan, dan antikanker. Masih banyak penelitian dilakukan atas khasiat cincau ini, baik cincau hitam maupun hijau. Tak ada salahnya, sembari menunggu hasil yang lebih meyakinkan, kita mengonsumsi cincau yang cukup murah ini.
Senin, 03 Oktober 2011
Posts by : Admin
Salak
SALAK JUGA BERMANFAAT (TANAMAN OBAT)
Selama ini kita hanya menganggap bahwa peralatan medis berikut obat-obatan yang terdapat di Rumah Sakit dan apotik adalah obat yang sangat manjur dan berkualitas tinggi. Namun pada kenyataanya terdapat efek samping yang dapat membahayakan keselamatan bagi pengkonsumsi dan dapat merenggut nyawa seseorang. Terlenanya kita dengan segala sesuatu yang serba canggih dan instan membuat kita lupa bahwa sebuah tradisi lama atau tradisional yang mulai tertutup oleh perubahan zaman masih dapat kita gunakan sebagai media penyembuhan yang cukup aman dan tidak memiliki efek samping seperti halnya obat-obatan yang beredar di Apotik dan Rumah Sakit. Dari itu cobalah kita gali berbagai pengobatan yang tidak perlu menguras dompet terlalu banyak dengan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita seperti halnya buah salak.
A.Getah Salak
Getah salak yang berwarna bening ternyata dapat dijadikan sebagai penghilang noda-noda hitam seperti flek-flek hitam tanda penuaan, noda bekas jerawat dan jerawatnya. Caranya sangat mudah, kita cukup menyediakan peralatan dan bahan sebagai berikut:
Alat
a.Pisau
Bahan
a.Tumbuhan salak untuk diambil batangnya
Langkah-langkah
a.Pisau dicuci bersih atau disterilkan terlebih dahulu.
b.Potonglah batang yang cukup tua dari semua batang yang tumbuh di tumbuhan salak tersebut (hati-hati dengan durinya).
c.Bersihkanlah durinya dan bersihkan ujung batang bekas potongan tadi, karena dari situlah akan muncul getah salak yang kita cari.
d.Biarkan batang tumbuhan salak tersebut hingga mengeluarkan cairan bening yang disebut getah salak.
e.Cucilah muka hingga bersih dan keringkan.
f.Setelah getah tumbuhan salak keluar.
g.Oleskan cairan tadi pada muka kita, tapi hanya bagian yang ada flek hitam dan jerawat saja.
h.Biarkan selama 1,5 – 2 jam.
a.Apabila terasa sedikit perih atau panas ketika di gunakkan jangan kuatir karena hal itu adalah bukti bahwa cairan tadi sedang bereaksi.
b.Setelah 1,5 – 2 jam kita harus mencuci muka kita dan di pijit-pijit secara perlahan agar tidak menimbulkan lecet-lecet pada muka.
c.Lakukan hal itu secara berulang selama sehari sekali hingga flek atau jerawat hilang.
Sangat mudah bukan? Bahkan kita tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Hanya berkorban sedikit dan harus penuh ketelitian agar kita tidak tertusuk duri. Hasil riset membuktikan bahwa tidak ada efek samping namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi efek samping bila kulit anda memiliki alergi.
A.Buah Salak
Buah salak juga memiliki keunggulan lain. Sesuai pengamatan ternyata salak juga dapat dijadikan obat diabetes. Kita bisa mengolahnya dengan cara sebagai berikut:
Alat :
a.Pisau
b.Bejana ukuran sedang
c.Kompor
d.Panci ukuran sedang
Bahan:
a.1 kg buah salak
b.Air
Langkah-langkah:
a.Nyalakan kompor dan masukkan air pada panci sekitar 2,5 liter kemudian panaskan.
b.Kupas buah salak tapi kulit arinya harus tetap utuh.
c.Pisahkan antara daging dan biji, buang bijinya.
d.Bersihkan daging buah salak tadi hingga bersih dan masukkan pada air yang sedang mendidih.
e.Biarkan sampai airnya surut menjadi 1 gelas, biarkan hingga dingin.
f.Minumlah secara rutin air tersebut (2 x 1).
g.Insyallah penyakit diabetes anda lambat laun akan sembuh.
Jumat, 30 September 2011
Posts by : Admin
vitamin daun singkong + singkongnya!!!
Pernahkah kita berpikir. daun singkong yang jadi salah satu menu wajib rumah makan padang itu mempunyai khasiat yang sangat luar biasa. Daun singkong tersebut dipercaya mampu mengusir Reumatik atau encok. sakit diare juga sakit kepala
Kalau anda mengalami sakit kepala. coba sekali kali kompres dengan daun singkong. caranya. ambilah beberapa lembar daun.lalu tumbuklah sampai halus. setelah itu kompreskan pada bagian yang dirasa sakit.
Untuk mngobati diare rebuslah daun singkong tersebut di air kira kira 900 cc, lalu biarkan sampai tinggal separonya atau 450 cc. lalu saring daun tersebut hingga menjadi separonya lagi.. kemudian minumlah. dipagi hari dan sorenya Ingsyaalloh diare akan sembuh
Dan tahukah anda kalau yubi singkong ang berwarna kuning jingga menurut buku kesehatan tradisional yang dibaca tips wisata murah itu menyebutkan, bahwa daun singkong tersebut kaya kandungan bakarotennya. Betakaroten semacam provitamin A dan bersifat anitoksidan. Konsumsi ubi jalar yang kaya provitamin A tersebut dilaporkan sebagai faktor pencegah kebutaan akibat kurang vitamin A pada balita di darah lembah Balim
dan yang terakir ubi singkong yang biasa dibuat kolak waktu bulan puasa tersebut juga mampu mengobati sakit jantung dan melancarkan aliran darah kita.. maka jangan sepelekan daun singkong atau ubi singkong makanan khas rakyat tersebut, dan ubi singkong atau daun singkong tersebut juga mudah didapatkan dipasar tradisionel.. selamat membuktikan..
Kamis, 29 September 2011
Posts by : Admin
buah kelapa
Pohon kelapa sangat banyak tumbuh di Indonesia, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, dengan kondisi ini negara kita tidak pernah kekurangan stok buah kelapa, bahkan sakin terlalu banyaknya kita sampai harus meng-ekspor, hasil dari olahan dari buah kelapa ini. Nah tahukah anda bahwa buah kelapa juga punya khasiat dalam mengatasi berbagai penyakit, nah disini akan saya beritahu khasiat buah kelapa, didapat dari berbagai sumber
1. Keracunan
Bahan: 1 butir kelapa hijau;
Cara membuat: dilubangi ujungnya;
Cara menggunakan: Airnya diminum sampai habis.
2. Sakit panas dalam
Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telor ayam kampung mentah;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut;
Cara menggunakan: diminum pada siang hari.
3. Sakit panas
Bahan: 1 gelas air kelapa muda dan 1 sendok madu;
Cara membuat: kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai rata;
Cara menggunakan:
Untuk dewasa: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Untuk balita: 2 kali sehari, 1/2 cangkir the;
4. Demam berdarah
Bahan: 1 butir buah kelapa dan 1 butir jeruk nipis;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, jeruk nipis diperas
untuk diambil airnya, kemudian air jeruk nipis dimasukan ke dalam buah kelapa dan diaduk sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5. Kencing batu
Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telur ayam kampung mentah;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
6. Mengurangi sakit waktu haid
Bahan: 1 gelas air kelapa hijau dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore, selama 3 hari berturut-turut.
7. Influenza
Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari;
Cara membuat: buah kelapa dan kencur diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur merata, ditambah 1 gelas air masak dan diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
8. Morbili
Bahan: 2 helai daun kelapa kering, 1/2 genggam daun korokot, 1/2 rimpang dringo bengle, 1/2 genggam daun petai cina, adas pulawaras secukupnya;
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus;
Cara mengunakan: digunakan sebagai bedak untuk seluruh tubuh si penderita.
9. Mengusir cacing kremi
Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 buah wortel;
Cara membuat: buah kelapa dan wortel diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur, ditambah 1 gelas air, diperas dan disaring;
Cara menggunakan: diminum malam hari menjelang tidur.
10. Sakit gigi berlubang
Bahan: tempurung (batok)
Cara membuat: tempurung kelapa dibakar dan minyak yang keluar di pinggir api diambil dengan kapas dan digulung sebesar lubang gigi;
Cara menggunakan : dimasukan ke dalam lubang gigi yang sakit.
11. Ubanan
Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua , air buah kelapa itu sendiri;
Cara membuat: buah kelapa diparut dan diperas dengan air kelapa itu sendiri untuk diambil santannya; kemudian air santan tersebut diberi garam secukupnya dan diaduk sampai merata, kemudian
diembunkan semalam di luar rumah;
Cara menggunakan: Sebagian dari santan tersebut dipergunakan untuk mengurut bagian yang beruban dan dibiarkan 10 -15 menit, sebagian santan lagi dipergunakan untuk keramas secara teratur 3 hari sekali.
12. Ketombe
Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua dan 1/4 buah nanas, 1 butir jeruk nipis, 11/2 gelas air kelapa itu sendiri;
Cara membuat: buah kelapa dan nenas diparut untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur sampai merata dan disaring;
Cara menggunakan: dipergunakan untuk keramas 5 hari sekali.
13. Luka Bakar
Bahan: Air Kelapa, Kunyit,Air kapur Sirih
Cara membuat: Jika air kelapa muda dicampur dengan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran sama merupakan obat luka bakar dan meniadakan rasa panas pada telapak kaki dan tangan.
14. Kaki Pecah-pecah, Obat Luka dan Eksim
Bahan: Air Kelapa, Segenggam Beras
Cara membuatnya: Rendamlah segenggam beras dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling menjadi bubuk halus. Tepung beras tersebut digunakan dengan dioleskan setiap hari selama 3-4 hari pada bagian tubuh yang sakit
15. Jerawat
Bahan: Air Kelapa, 25 gram pasta kunyit, 3 sendok teh bubuk cendana merah
Cara membuat: erawat membandel dapat diobati dengan campuran 25 gram pasta kunyit dengan segelas air kelapa, lalu dibiarkan selama semalam suntuk, kemudian tambahkan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Aduk-aduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disimpan lagi tanpa terganggu selama 3 hari. Saringlah ramuan tadi dengan tiga lapis kain kasa. Simpan sari tadi dalam botol, dan oleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat lenyap.
Posts by : Admin
khasiat buah sawo
Buah sawo sekilas mirip kiwi, dan punya banyak khasiat untuk kesehatan. Seperti diberitakan dari buku 'Health Secret of Kiwifruit', sawo sebagai buah yang manis rasanya, selain kaya gula, juga mengandung zat gizi lainnya seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan.
Buah ini ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Maka tak heran, kini buah sawo makin banyak dijual dengan kemasan jus. Tak hanya itu, sawo ternyata juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Mau tahu manfaat lain dari buah sawo? Buah ini mujarab mengatasi sembelit dan diare.
Citarasa manis dan masirnya sawo menjadikan buah ini banyak diminati orang. Keistimewaan sawo (Achras zapota Linn) juga terletak pada kandungan nutrisi dalam daging buahnya yang berwarna kecokelatan. Di dalam 100 gram buah sawo terkandung energi 102 kkal, protein 0,5 gram, lemak 1,1 gram, karbohidrat 22,4 gram, mineral 0,5 gram, kalsium 25 mg, fosfor 12 mg, besi 1 mg, retinol 18 mcg dan asam askrobat 21 mg.
Kandungan serat di dalam sawo juga cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare. Gula sederhana di dalam sawo mampu memulihkan energi secara cepat. Sawo juga bisa minimalkan risiko kanker pencernaan, karena buah ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.
Selain itu, buah ini juga menjadi sumber kalium yang baik. Di lain pihak, memiliki kadar natrium yang rendah. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1, menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Sawo (Manilkara Zapota) dibudidayakan untuk diambil buahnya. Namun sebenarnya tanaman ini memiliki potensi beragam. Daun, batang, hingga akar bermanfaat baik untuk keperluan lain maupun bagi kesehatan.
Kandungan:
* kulit
- tannin
* biji
- saponin (senyawa beracun)
* buah
- kalium
- energi
- karbohidrat
- vitamin (A, C, B6)
- magnesium
- fosfor
Khasiat:
* daun
- mengobati demam
- obat luka dan borok
* bunga
- ramuan rempah untuk wanita yang melahirkan
* kulit
- obat diare dan demam
SEMBUHKAN DISENTRI
Selain buahnya yang lezat disantap, sawo ternyata juga memiliki khasiat untuk mengatasi beberapa penyakit atau kelainan.
A. Mengerem Diare
Ambil 1 buah sawo muda, cuci sampai bersih. Sawo diparut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu, tambahkan sedikit air matang.
Silakan minum 2 kali sehari. Bisa juga menggunakan daun sawo. Sediakan 1 mangkok daun, lalu cincang dalam 2 gelas air bersih selama 15 menit. Nah, air rebusan ini diminum 3 kali sehari.
B. Menyembuhkan Radang Mulut
Ambil 1 mangkok daun sawo, lalu cincang dalam 2 gelas air bersih selama 10 menit. Pakai air hasil rebusan untuk berkumur.
C. Mengobati Disentri
Ambil 8 buah sawo muda, cuci bersih. Kunyah-kunyah halus dengan garam secukupnya. Sedikit demi sedikit ditelan, lalu minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh.
Tanaman sawo (Achras zapota) termasuk di dalam famili Sapotaceae. Tanaman sawo hidup menahun, memiliki batang berkayu keras, dan percabangannya cukup rapat.
Bunga sawo muncul dari ketiak-ketiak daun, sedangkan buahnya terbentuk menggantung pada tangkai buah.
Sawo memiliki daging buah tebal, mengandung banyak air, dan bergetah. Rasanya manis dan beraroma khas. Bijinya berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, hitam mengkilap, dan berkeping dua. Dari biji, dapat digunakan untuk perkembangbiakan secara generatif.
Namun demikian, khusus untuk tabulampot sawo, sebaiknya menggunakan bibit cangkok. Alasannya, umur panen relatif genjah, sekitar setahun bahkan bisa kurang. Sementara untuk bibit asal biji, akan berbuah sekitar 4-5 tahun.
Sabtu, 24 September 2011
Posts by : Admin
khasiat labu siam
Meskipun bentuknya tidak eksotis, labu siam banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Sayuran yang murah harganya ini merupakan makanan sehat buat jantung, mampu menangkal kanker, dan sangat baik bagi wanita hamil.
Labu siam pertama kali ditemukan oleh Patrick Browne di Jamaika pada tahun 1756. Jenis tanaman ini banyak ditanam di kawasan Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Di Meksiko, tanaman labu siam tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.
Labu Siam bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini disebut chayote.
Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap atau sayuran lainnya.
Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus.
Labu siam pertama kali ditemukan oleh Patrick Browne di Jamaika pada tahun 1756. Jenis tanaman ini banyak ditanam di kawasan Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Di Meksiko, tanaman labu siam tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.
Labu Siam bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini disebut chayote.
Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap atau sayuran lainnya.
Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus.
Posts by : Admin
Enam Pengobatan Alternatif Sakit Kepala
MIGRAIN dan tipe sakit kepala lainnya bisa diatasi dengan obat-obatan penghilang rasa sakit. Selain itu, untuk meminimalkan efek kimia dari obat, Anda bisa mencoba berbagai pengobatan alternatif. Migrain dan sakit kepala seringkali dipicu oleh stres kronis. Karena itu, pengobatan alternatif ini umumnya bekerja menurunkan stres.
Berikut beberapa pengobatan alternatif yang bisa menjadi pilihan Anda:
Biofeedback
Biofeedback merupakan teknik yang bisa membantu penderita sakit kepala mempelajari keterampilan mengurangi stres. Teknik ini menyediakan informasi (feedback) mengenai ketegangan otot, suhu kulit, gelombang otak, serta tanda-tinda vital lainnya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa mengontrol gejala.
Sensor besi kecil (dikenal dengan elektroda) ditempelkan ke kulit. Alat ini berfungsi mengukur jumlah ketegangan otot atau suhu kulit. Informasi akan ditayangkan dalam bentuk angka-angka, gelombang elektrik atau suara di layar. Sebagai contoh, respon stres menurunkan suhu kulit karena pengerutan pembuluh darah. Sedang respon rileks melebarkan pembuluh darah dan membuat suhu kulit lebih hangat.
Berikut beberapa pengobatan alternatif yang bisa menjadi pilihan Anda:
Biofeedback
Biofeedback merupakan teknik yang bisa membantu penderita sakit kepala mempelajari keterampilan mengurangi stres. Teknik ini menyediakan informasi (feedback) mengenai ketegangan otot, suhu kulit, gelombang otak, serta tanda-tinda vital lainnya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa mengontrol gejala.
Sensor besi kecil (dikenal dengan elektroda) ditempelkan ke kulit. Alat ini berfungsi mengukur jumlah ketegangan otot atau suhu kulit. Informasi akan ditayangkan dalam bentuk angka-angka, gelombang elektrik atau suara di layar. Sebagai contoh, respon stres menurunkan suhu kulit karena pengerutan pembuluh darah. Sedang respon rileks melebarkan pembuluh darah dan membuat suhu kulit lebih hangat.
Langganan:
Postingan (Atom)






